jump to navigation

Generasi Baru November 11, 2008

Posted by Diana in Renungan Harian Untuk Remaja Cewek.
trackback

childBaca 2 Raja-raja :22-23

Setiap kali melihat tingkat korupsi di Negara kita, rasanya saya merasa kesal, marah, sekaligus malu karena predikat yang disandang bangsa ini. Tentunya bukan cuma saya yang merasa begitu. Kamu pun pasti kesal melihat gimana orang-orang atas menindas rakyat mereka sendiri. Bangsa ini belum lepas dari penjajahan. Kita masih dijajah oleh bangsa kita sendiri. Melihat kenyataan ini membuat orang semakin pesimis. Bisakah korupsi yang sudah mengakar begitu kuat seperti akar pohon beringin itu, dicabut sampai tuntas. Mungkinkah membayangkan negeri ini bebas korupsi, adil dan sejahtera rakyatnya?

Girls, fakta yang kita lihat hari ini enggak boleh membuat kita jadi pesimis. Bayangkan kalo semua orang Indonesia berpikiran pesimis tentang masa depannya sendiri. Bukankah itu justru akan mewujudkan keadaan buruk sebagaimana yang kita bayangkan? Indonesia bisa bangkit! Indonesia bisa bebas korupsi! Itu yang harus kita percayai, sekaligus kita wujudkan. Bagaimana memutuskan mata rantai KKN yang telah diwariskan sejak kakek nenek kita? Jangan terima warisan itu! Jangan menjadi penerus yang meneruskan kebobrokan moral kebanyakan pendahulu kita.

Kita harus sadar bahwa generasi kita bisa menjadi generasi yang baru, yang beda dari yang dulu-dulu. Jangan terima pola lama bila kita tahu hal itu salah. Sudah terlalu sering kita menuding dan menyalahkan pemimpin kita. Pemimpin Negara yang kurang ini itu lah, pemimpin rohani yang kurang bijaklah, pemimpin keluarga yang kurang bisa jadi panutan lah,….dst.. Pemimpin adalah diri kita sendiri. Kita ini pemimpin yang bisa memberi pengaruh yang baik. Belajar dari Raja Yosia yang bisa melakukan reformasi total atas negerinya. Kita bisa tampil lebih baik dari pendahulu kita. Generasi kitalah yang bisa membebaskan Negara ini dari masalah yang belum kunjung selesai ini. Merdeka!

Comments»

1. embunpagi - January 31, 2009

cukup satu kata…. sederhana
jika kita bisa memaknai arti tentang kesederhanaan semua itu ‘mungkin’ itu tidak akan terjadi…. dalam artian kita bisa menerima apa yang sudah seharusnya kita dapatkan…